Thursday, February 2, 2017

Penjelasan Lengkap DHCP Server , Cara Kerja dan Konfigurasinya

7:44 AM


1.       Pengertian DHCP Server
Pengertian DHCP Server DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol pengalamatan host secara dinamis. Dalam sebuah jaringan yang besar, akan ada bagian yang pengalamatan IP address tidak begitu kritikal. Di bagian ini pengalamatan IP bisa dilakukan secara dinamis dan otomatis. Apabila dalam sebuah jaringan diwajibkan memberi IP satu per satu dengan manual, maka akan memakan waktu yang sangat lama. Misalkan ada jaringan dengan pengguna 1500 orang, maka akan membutuhkan pengaturan alamat IP secara manual di tiap komputer sebanyak 1500 kali. Karenaitulah DHCP ada, sehingga komputer host tetap bisa terhubung dengan jaringan secara otomatis meskipun tidak mendapatkan IP address sesuai yang diminta, tapi sudah pastiakan mendapatkanya apabila IP masih tersedia dan DHCP server berjalan normal.

Pendapatan IP mempunyaiwaktu yang terbatas, DHCP mengatur agar IP bisa digunakan berulang-ulang. Ada batas penyewaan waktu yang harus disetujui oleh host. Jadi ketika waktu penyewaan habis, maka host bisa menentukan apakah diaingin menyewa IP lagi atau berhenti supaya DHCP server bisamemberikan IP tersebutke host lainya. Beberapa IP jugabisadiberikansecarastatisuntuk MAC address tertentu. Sehingga IP tersebut bisa diserahkan secara ekslusif untuk beberapa mesin yang memangkrusialdengan IP tersebut, misalnya membuat DNS server atau HTTP server local di daerah yang diatur IP nyaoleh DHCP. Jadi DHCP tidak terbatas hanya bisa memberikan IP secara dinamis dan tidak teratur. Beberapa bisa teratur sehingga membuat DHCP lebih fleksible dalamber bagai keadaan.

2.       Cara Kerja DHCP Server
DHCP server bekerja dengan cara menawarkan diri sebagai DHCP server dan menawarkan IP kepada host yang terhubung. Host akan meminta alamat IP kepada DHCP, lalu DHCP server akan memeriksa apakah masih ada alamat yang tersedia, dan alamat apa saja yang tersedia itu. Setelah diketahui adanya alamat yang tersedia. Maka DHCP server akan memberikan kepada host tersebut alamat tersebut, DHCP juga menyimpan informasi tambahan seperti DNS server yang harus digunakan, beserta default gatewaynya.
Alamat IP diberikan lengkap dengan informasi kapan dia kadaluarsa sehingga host bisa meminta lagi dan DHCP server bisa menyatakan alamat tersebut sudah bebas dan bisa digunakan kembali baik oleh host yang sama atau berbeda. DHCP server mempunyai batas dari IP mana sampai mana dia bisa memberikan alamat tersebut kepada host. Dengan batas ini jumlah host bisa dibatasi sesuai dengan keperluan. Digunakan sebagai alternatif untuk menjaga server dari koneksi host yang tidak diinginkan.

3.       Mesin DHCP Server
Biasanya, dalam suatu jaringan yang diatur oleh router sudah memiliki DHCP server sendiri di routernya. Namun, apabila harus menggunakan server seperti Linux Debian, maka kita harus memasang aplikasi yang bisa menjadikan server kita sebagai DHCP server. Di Linux Debian, aplikasi yang bisa digunakan sebaai DHCP server adalah dhcp3-server. 

4.       DHCP Server pada Debian
DHCP server bisa diinstall dengan menggunakan perintah apt-get install <nama_paket>. Dalam kasus ini paket yang kita install bernama dhcp3server.
Biarkan beberapa saat, apabila ada pertanyaan Y/n, tekan enter untuk mengijinkan installasi DHCP server. Ketika installasi bila ada tulisan failed, biarkan saja, karena kita memang belum melakukan konfigurasi
Apabila tidak ada tulisan failed juga tidak mengapa. Setelah selesai installasi, coba lihat apakah ada direktori /etc/dhcp. Lakukan cd terhadap direktori tersebut dan lakukan ls untuk melihat isinya.
Apabila kita ingin melakukan konfigurasi server DHCP, gunakan file yang bernama dhcpd.conf. Gunakan nano untuk merubah isi dari dhcp.conf.
Di atas ini isi dari file dhcp.conf. Ada beberapa pengaturan seputar konfigurasi DHCP .
Yang perlu diperhatikan adalah bagian ini, 
Di bagian ini kita akan merubah konfigurasi yang semula dimatikan, supaya aktif. Rubah hingga berbentuk seperti ini.
Kita membuat aturan dhcp untuk subnet 192.168.1.10, dengan netmask 255.255.255.0 atau 192.168.1.10/24. Lalu kita menentukan, bahwa IP yang bisa digunakan atau disewa oleh host adalah antara 192.168.1.2 – 192.168.1.254. Lalu kita setting alamat DNS server, yaitu mesin server sendiri 192.168.1.1, dengan domain name server. Lalu setting bahwa alamat broadcastnya adalah 192.168.1.255, dengan waktu sewa default 3600 dan waktu sewa maksimal 7200 detik.
Setelah selesai mengatur konfigurasi DHCP server, kita perlu menentukan di bagian mana DHCP server kita ini akan berjalan. Ketikkan,
Isi dengan,
Apabila di server anda tidak ada interface ethernet 1, silahkan ganti menjadi interface ethernet yang ada di sistem anda. Ethernet 0 atau eth0 biasanya sudah ada dan siap digunakan.
Di sini berarti DHCP server kita berjalan di atas eth1, jadi apabila ada host yang terkoneksi dengan eth1, maka host tersebut bisa meminta IP dari server kita.

Coba sambungkan PC dengan interface eth1 di server, apabila menggunakan sistem oeprasi windows, maka buka command prompt dan gunakan ipconfig untuk melihat apakah sudah mendapatkan IP dari server kita. Untuk sistem Linux, gunakan ifconfig.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 comments:

  1. Gan, klo pake IP kelas b Dan user jumlahnya sekitar 900an gmn cara setting dhcp.conf nya?

    ReplyDelete

 

© 2013 GuruOnline. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top